Senin, 12 Januari 2009

Sarjana, Entrepreneur dan PNS

Jutaan sarjana, ahli madya, dan master mengikuti ujian CPNS tiap tahunnya. Sungguh fantastis benar; fanatisme dan impian para sarjana menggaet profesi PNS hingga kini masih amat tinggi. Laksana berebut kupon berhadiah, antusias para lulusan Sarjana berbagai PTN/S mengikuti tes CPNS yang dibuka berbagai instansi pemerintah dari tahun ke tahun cukup tinggi. Pada penghujung tahun 2008 ini saja, dipastikan ratusan ribu Sarjana tengah memperebutkan sekitar 300 ribu lowongan CPNS berbagai formasi secara nasional di lingkungan BUMN, departemen/dinas dan pemerintah daerah. Sungguh kompetisi yang amat ketat, benar!

Di negeri berkembang ini, profesi PNS tetap dimasukkan dalam status sosial kelas unggulan, pertama. Padahal, di sekian negara maju sekelas Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Jepang dsb; profesi PNS justru termasuk kategori kelas dua, bahkan tiga. Gengsi profesi PNS terkalahkan oleh pamor profesi para pebisnis (wirausahawan).


Merunut dari pengalaman sebelumnya, wajarlah jika animo banyak orang menjadi PNS kali ini terus mengalami peningkatkan tajam. Pasalnya, saat ini jumlah pengangguran intelektual di negeri berpenghuni 224 juta jiwa ini, cukup melimpah ruah. Para penganggur intelektual yang notabene-nya bergelar Ahlimadya, Sarjana maupun Master itu sekarang masih mengindam-idamkan menjadi seorang PNS saja. Tidak haram memang, bagi siapa saja penyandang gelar Sarjana bercita-cita jadi pegawai departemen pemerintahan. Namun, bila orientasi jadi PNS itu hanya satu-satunya impian hingga membikin mereka tak mau bekerja pada sektor lain; bisa mengakibatkan stagnannya kreativitas para Sarjana.

Jelas pula akibat kestagnasian kreativitas para Sarjana itu, kian menambah permasalahan pengangguran kian pelik. Bisa jadi pula, akibat mayoritas Sarjana mengincar posisi PNS itu dan menjadikan satu-satunya impian hidup; kemalasan dalam bekerja bisa menghinggapi mereka akibat gagal terus dalam mengikuti tes CPNS.

Idealnya, para Sarjana lulusan dalam PTN/S dalam negeri (luar negeri) memiliki kreativitas mental dalam menggagas lapangan pekerjaan baru, yang cukup prospektif dewasa ini. Mereka juga tak perlu malu bekerja dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Tak memburu lowongan pekerjaan ke sana kemari. Apalagi di tengah kondisi perekonomian nasional yang sedang buruk ini. Mentalitas seorang Sarjana yang memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship); justru jadi modal besar bagi terwujudnya pebisnis sekaligus pekerja andal.

Terkait selalu tingginya minat para Sarjana menjadi CPNS memang penulis nilai wajar dan sah-sah saja. Pasalnya, selama ini profesi PNS identik dengan pekerjaan yang mapan, tunjangan pensiun pasti, tak ada prosedur PHK dll. Kenyataan itu berbeda jauh kala seseorang bekerja pada perusahaan swasta yang karirnya riskan terancam akibat PHK dini, karir stagnan, gaji naik turun dan lain hal.

Selain itu, faktor penyebab selalu berjubelnya jumlah pendaftar CPNS yakni banyaknya pengangguran konvensional dan pengangguran intelektual. Merujuk data yang dirilis BPS, hingga Februari 2008 lalu jumlah pengangguran terbuka di negeri ini sekitar 9,5 juta jiwa. Khusus di wilayah DIY dan Jawa Tengah, tercatat lebih dari sejuta pengangguran yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Kegagalan pemerintah dalam memberantas pengangguran nasional dapat menyebabkan kendornya mutu perekonomian. Ditilik dari berbagai sebab musabab; munculnya pengangguran karena banyak faktor. Namun secara garis besar, penyebab pengangguran berasal dari faktor eksternal antara lain kualitas pendidikan yang rendah, minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia, sistem dunia industri yang kurang mendukung.

Sedangkan penyebab pengangguran akibat faktor internal yakni etos kerja rendah, pesimistis, terbentur kesehatan (sakit), minimnya modal, dogmatisme lulusan lembaga pendidikan yang diorientasikan jadi karyawan bukan pengusaha dan masih banyak lagi. Bersinggungan dengan dibukanya lowongan CPNS kali ini; kita hanya berharap agar kompetisi antar Sarjana dalam memperebutkan kursi CPNS dapat berjalan secara fair, profesional dan jujur. Apabila ada manipulasi serta KKN dalam perekruitmen CPNS tahun ini; pasti akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan yang sedang berkuasa.

Rupa-rupanya profesi PNS masih menjadi primadona bagi para fresh graduate sekian ratus PTN/S di negeri ini. Amat lumrah bila setiap musim lowongan CPNS, seperti saat ini; ratusan ribu orang rela berjejal demi selembar formulir pendaftaran.

Padahal jumlah formasi PNS yang dibutuhkan itu, tidak sebanding dengan kuantitas pendaftarnya. Artinya, untuk bisa memenangkan jatah satu kursi PNS, seorang peserta CPNS harus mampu mengalahkan (berkompetisi) ratusan (bahkan ribuan) pelamar lain. Sebuah kompetisi intelektual dan mental yang amat hebat, layaknya sebuah UMPTN atau SPMB saja.

Sudah tiba masanya, para Sarjana mengubah reorientasi mereka dalam mengejar impian hidup. Tidak lagi menjadikan profesi PNS, satu-satunya pekerjaan yang paling didambakan dalam menggapai karir mereka. Mulai sekarang, seiring dengan situasi multikrisis yang tengah menimpa negeri ini, harus mulai digelorakan kesadaran para Sarjana dalam berjiwa bisnis.


Sumber : http://www.hupelita.com

0 komentar: